Balai Bahasa Sumatra Barat Dorong Masyarakat Tumbuhkan Apresiasi Terhadap Sastra Daerah

Padang — Masyarakat Sumatra Barat diharapkan memiliki apresiasi terhadap sastra yang hidup dalam adat budaya Minangkabau. Untuk itu, Balai Bahasa Sumatra Barat menggelar Pekan Sastra Sumatra Barat 2016 di Kantor Balai Bahasa Sumatera Barat, Jalan Pauh Lima, Simpang Alai, Padang, 2—7 Agustus 2016.

Menurut Kepala Balai Bahasa Sumatra Barat, Agus Sri Danardana, kegiatan ini untuk memartabatkan bahasa dan sastra serta merayakan kebinekaan.

“Pekan Sastra bertujuan untuk membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat Sumatera Barat melalui pemartabatan sastra daerah, sehingga mewujudkan kebinekaan Indonesia,“ ungkap Agus, Rabu, 5 Agustus 2016.

Selain itu, acara ini digelar atas dasar pemikiran dan kesepakatan kepala balai/kantor bahasa se-Sumatra dalam rangka menindaklanjuti munculnya isu kemelayuan. Isu kemelayuan dinilai telah mengusik rasa nasionalisme masyarakat Sumatra (juga Kalimantan) atas kebinekaan Indonesia.

Pekan Sastra Sumatra Barat 2016 meliputi enam kegiatan, yaitu Festival Musikalisasi Puisi, Lomba Dendang Pantun, Lomba Membaca Cerita Rakyat, Lomba Berbalas Pantun, Lomba Baca Puisi, dan Lomba Mendongeng.

Adapun peserta berasal dari kalangan pelajar, guru, dan masyarakat umum. Festival Musikalisasi Puisi diikuti oleh siswa SMA se-Sumatra Barat, Lomba Berdendang Pantun diikuti oleh 50 orang peserta dari masyarakat umum, Lomba Membaca Cerita Rakyat diikuti oleh guru sekolah dasar, Lomba Berbalas Pantun diikuti oleh mahasiswa se-Sumatra Barat, Lomba Baca Puisi diikuti oleh siswa SLTP, dan Lomba Mendongeng diikuti oleh guru TK/PAUD di Sumatera Barat.

Pekan Sastra Sumatra Barat 2016 berakhir pada hari Minggu, 7 Agustus 2016, dan dilanjutkan dengan Pekan Bahasa Sumatra Barat 2016 pada tanggal 11—16 Agustus 2016 di tempat yang sama. (pad/ds/an)

487 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini